Gue tuh selalu punya hubungan spesial sama bulan September. Entah kenapa, tiap masuk September, hawa-hawanya tuh kayak… “ayo semangat lagi, hidup jangan kalah sama cicilan.” Padahal ya… cicilan tetap jalan, harga beras tetap naik, dan saldo rekening tetap suka main petak umpet. Tapi sebagai emak Remphong, gue wajib pasang mode September Ceria . Walau kadang yang ceria cuma stiker di status WA. Pagi ini gue ngopi di dapur sambil ngelihatin anak gue yang lagi siap sekolah. Dalam hati gue ngomong, “Nak, semoga kamu tumbuh jadi anak yang kuat. Bukan kuat makan seblak level lima doang, tapi kuat menghadapi hidup.” Gue pengen dia punya masa depan yang lebih ringan dari pundak emaknya. Gak perlu mikirin uang kas kelas, biaya study tour, sama drama grup WhatsApp orang tua murid yang rame lebih dari sinetron. Terus gue nengok suami. Lagi siap berangkat kerja, mukanya antara semangat dan pasrah. Gue bisik dalam hati, “Ya Allah, jaga dia. Semoga rezekinya lancar, hatinya lapang, dan g...