Langsung ke konten utama

Postingan

Drama Arisan Emak-emak Remphong

Gue tuh dulu mikir arisan itu solusi finansial paling cerdas yang pernah diciptakan emak-emak. Bayangin aja, tiap bulan nyetor sedikit, terus suatu hari dapat giliran cair gede. Rasanya kayak nemu harta karun. Bisa buat beli kulkas baru, bayar sekolah anak, atau sekadar healing tipis-tipis ke mall tanpa harus nunggu tanggal gajian suami. Makanya waktu diajak ikut arisan komplek, gue langsung daftar. “Lumayan buat nabung,” pikir gue. Awalnya semuanya manis. Grup WhatsApp rame tapi sopan. Setoran lancar. Kalau ada yang dapat giliran, kita semua ikut heboh. Foto uang ditata rapi di meja, captionnya penuh syukur. Kompak, harmonis, penuh senyum. Sampai akhirnya… drama dimulai. Pertama, ada tipe anggota yang udah dapat giliran di awal, tapi pas bulan-bulan berikutnya setorannya mulai ngilang. Alasannya macam-macam. Anak sakit, suami telat gajian, motor mogok, sampai alasan klasik: “Besok ya, Bun.” Yang tadinya arisan terasa seperti tabungan bersama, lama-lama berubah jadi acara n...

Drama Utang Remphong

Siapa sangka hidup di komplek kecil bisa lebih dramatis daripada sinetron sore. Gue, emak-emak biasa yang kerjaannya ngurus rumah, nganter anak sekolah, sama sesekali ngopi di teras, tiba-tiba jadi tokoh utama dalam kisah pinjam-meminjam yang berujung geleng-geleng kepala. Semua bermula dari tetangga gue, sebut aja namanya Bu R. Orangnya ramah, murah senyum, suka nyapa duluan. Awalnya gue salut, karena di lingkungan baru, punya tetangga yang hangat itu rezeki. Sampai suatu sore, dia datang ke rumah dengan wajah penuh cerita. Katanya anaknya butuh biaya ini itu, dompet lagi tipis, dan dia cuma butuh “pinjem sebentar aja”. Gue yang waktu itu masih baper sama kata “tetangga itu keluarga terdekat”, langsung luluh. Gue pinjemin, gak banyak sih, tapi cukup buat ukuran dompet emak-emak. Hari berganti, minggu berganti. Gue masih santai, mikirnya ya namanya pinjem pasti dibalikin. Tapi kok makin lama gak ada kabar. Gue masih positive thinking. Mungkin dia juga lagi susah. Sampai akhirnya gue bu...