Gue tuh akhir-akhir ini kalau buka berita rasanya bukan baca portal news… tapi trailer film Avengers: Infinity War dan Avengers: Endgame. Dunia makin kacau, politik internasional makin kayak sinetron stripping. Tokoh utamanya? Presiden ini, presiden itu. Plot twist-nya? Ancaman perang. Soundtrack-nya? “Ya Allah…”
Terus muncul lagi sosok Si Donald Trump. Ini orang makin hari makin kayak karakter final boss. Baru buka berita, udah ada aja manuvernya. Katanya mau ini, mau itu, negosiasi sambil ngancem. Gue sebagai emak Remphong cuma bisa legeng-legeng kelapa alias geleng-geleng kepala. Pak… ini dunia nyata, bukan game strategi.
Belum lagi berita-berita luar negeri yang beredar. Ada isu presiden negara A berseteru sama negara B. Ada kabar Amerika panas-panasan sama Iran. Ada analis ngomong “hati-hati perang dunia ketiga”. Gue baca itu sambil nyuci piring, mendadak spons jatuh sendiri. Ya Allah… gue belum naik haji… belum umroh… tabungan baru cukup buat cicilan rice cooker.
Terus rame lagi desas-desus tahun 2030. Katanya dunia bakal berubah total. Katanya ini, katanya itu. Gue dengar kata “katanya” aja udah bikin merinding. Hidup ini kok kayak nonton film sci-fi, tapi tiketnya mahal: bayar listrik, bayar sekolah anak, bayar cicilan. Lengkap sudah penderitaan emak Remphong.
Akhirnya gue cuma bisa tarik napas panjang. Ya sudah lah ya… kalau dunia makin kacau, setidaknya jangan sampai dapur gue ikut kacau. Perang dunia boleh rame, tapi nasi di rice cooker harus tetap matang. Karena kalau nasi gagal tanak… itu baru kiamat kecil di rumah gue sendiri
Komentar
Posting Komentar