Kalau ada lomba “siapa paling sibuk di sekolah anak”, rasanya emak-emak korlas udah pasti masuk podium. Bukan guru kelas, bukan kepala sekolah… tapi korlas. Emak-emak remphong yang kesibukannya kadang bikin gue mikir, “Ini kita nyekolahin anak… atau kita yang balik sekolah lagi?”
Awalnya cuma grup WhatsApp biasa. Judulnya manis: Orang Tua Kelas 3A. Isinya? Lebih rame dari pasar pagi. Baru jam enam pagi sudah ada notifikasi:
“Bun, jangan lupa kas kelas ya!"
“Bu, besok ada sumbangan buat hadiah guru!"
“Mom, nanti anak-anak diminta bawa snack potluck!"
“Bunda, tolong konfirmasi transfer sebelum jam 10!”
Lah… anaknya aja masih nguap-ngucek mata, emak-emaknya udah dikejar deadline keuangan.
Jadi korlas itu bukan sekadar ngumpulin duit kas. Itu paket lengkap: bendahara, sekretaris, humas, event organizer, sekaligus debt collector halus. Harus nagih tapi nggak boleh bikin tersinggung. Harus ngingetin tapi tetap pakai emot senyum biar nggak dibilang galak.
Belum lagi urusan sumbangan buat guru. Ada Hari Guru, ulang tahun wali kelas, perpisahan semester, kenaikan kelas, bahkan kadang “sekadar tanda terima kasih”. Semua butuh dana. Dan lagi-lagi… emak-emak yang pusing mikir nominal.
“Kira-kira patungan berapa ya bun biar pantas tapi nggak memberatkan?”
Diskusinya bisa lebih panjang dari rapat DPR.
Kalau ada orang tua yang telat bayar? Nah ini drama Korea dimulai. Ada yang pura-pura lupa, ada yang baca doang tapi nggak bales, ada yang jawab, “Iya bun nanti ya,” lalu hilang sampai episode berikutnya. Korlas pun mulai mengeluarkan jurus follow up lembut:
“Bun, maaf mengingatkan kembali ya…”
Padahal di balik layar, napas sudah tinggal satu-satu.
Tapi lucunya, di tengah segala kerepotan itu, ada rasa kebersamaan yang aneh tapi hangat. Dari yang awalnya cuma tahu nama anak, lama-lama jadi tahu cerita rumah tangga. Dari patungan kas, jadi patungan tawa. Dari ribet-ribetan, jadi akrab-akraban.
Jadi kalau ada yang bilang emak-emak korlas itu remphong… iya, gue setuju. Tapi tanpa mereka, mungkin kelas bakal sepi, acara sekolah hambar, dan grup WA cuma berisi “Selamat pagi” doang.
Salut buat semua korlas. Kalian bukan cuma pengurus kelas… kalian manajer kehidupan sosial satu angkatan. Dan itu… luar biasa.
Komentar
Posting Komentar